Mewujudkan Pejuang Pembaharu Dunia yang Kompeten, Berhati Nurani Benar, dan Berkepedulian Sosial.

Teaser Soepra



Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module
Berita dan Acara

Ekskursi Kelas XI

Sabtu, 05 Maret 2016 09:03

 

EKSKURSI KELAS XI TAHUN 2016

 

 

 

Siswa-siswi SMA Kolese Loyola kelas XI telah menjalani pendidikan di Loyola selama setahun. Dalam pendidikan setahun lampau mereka telah mengenyam dan mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan semangat dan nilai-nilai di Loyola; misalnya Competence, Compassion, Conscience, Leadership dan lain sebagainya.

 

 

 

Beberapa dari nilai-nilai tersebut telah diaktualisasikan dalam beberapa kegiatan baik di dalam maupun di luar komplek SMA Kolese Loyola. Live In salah satu kegiatan besar mereka di luar komplek Loyola. Mereka menerapkan nilai-nilai untuk hidup bersama dalam lingkungan masyarakat.

 

 

 

Pengalaman hidup bersama dalam lingkungan telah mereka lakukan. Setelah mengalami hal itu untuk memperdalam dan mengamalkan nilai yang mereka ketahui adalah dengan kegiatan pelayanan sosial yang sering disebut“ekskursi”. Kegiatan ini mengajak mereka tidak hanya untuk hidup bersama dalam lingkungan namun mengajak mereka untuk terlibat aktif dalam pelayanan. Dengan demikian kegiatan ini diharapkan menuntut mereka untuk berbuat sesuatu dalam tempat tinggal mereka.

 

 

 

Oleh karena itu mereka akan tinggal di dalam Panti Asuhan Yatim Piatu, Panti Wredha, Panti Cacat Ganda, ataupun semacamnya. Tempat-tempat yang dipilih tersebut diharapkan dapat mengkondisikan gerak mereka untuk berbuat pada orang lain;misalnya di Panti Wredha : mereka diharapkan membantu para suster atau pekerja disana untuk melayani para penghuni yang dititipkan mereka. Disamping itu juga untuk melihat keluh kesah para orang tua yang dititipkan di Panti tersebut sehingga menggugah Conscience (Suara hati) mereka.

 

 

 

Jadi kegiatan “ekskursi” ini diberikan untuk pengamalan nilai-nilai yang mereka dapatkan dan pendalaman nilai tersebut dalam pembentukan karakater di Loyola.

 

 

 

Tujuan

 

 

 

Program ini bertujuan membantu siswa mengenal kehidupan di panti asuhan, panti wredha dan panti asuhan cacat ganda. Tidak hanya mengenal kehidupan di panti, siswa juga diajak untuk mampu berempati dengan orang yang tinggal di panti. Program ekskursi ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi para siswa untuk melatih bela rasa atau compassion yang selama ini mereka hayati di dalam sekolah. Selama melaksanakan ekskursi, para siswa diharapkan dapat belajar hidup bersama, memahami kehidupan di panti, mau berbagi, dan lebih mensyukuri hidup.

 

 

 

Tujuan umum :

 

 

 

1. Keberpihakan kepada kaum miskin dan terpinggirkan (option for the poor)

 

 

 

Melalui ekskursi, SMA Kolese Loyola bermaksud membangun kesadaran sosial siswa/i kelas XI tentang realita sosial sebenarnya kaum miskin kota yang sering tidak mendapat kesempatan yang sama dengan warga kota lainnya.

 

 

 

2. Perjumpaan dan Pengalaman

 

 

 

Melalui ekskursi, siswa/i diharapkan semakin mampu menghargai pengalaman dan perjumpaan konkret dengan situasi dan realita orang atau masyarakat lainnya. Siswa/i perlu memahami bahwa keterbukaan pada perjumpaan dan pengalaman tersebut membuka wawasan yang lebih luas tentang keadaan dunia sekitar mereka.

 

 

 

3. Kemandirian

 

 

 

Ekskursi diharapkan membantu siswa/i untuk belajar mandiri dan belajar bekerjasama dengan sesama siswa/i lainnya dalam membangun kepedulian yang nyata. Sekolah memang memfasilitasi ekskursi, namun kegiatan akan berdaya guna apabila siswa/i mampu secara mandiri aktif dan terlibat dalam kepedulian yang dijumpainya.

 

 

 

4. Kesederhanaan

 

 

 

Siswa/i secara konkret didorong untuk melihat dan menjumpai mereka yang kurang beruntung dalam hidup mereka. Perjumpaan tersebut diharapkan akan membuat mereka menjadi lebih rendah hati, mau belajar hidup sederhana sebagai wujud tanggapan kongkret aktual terhadap persoalan yang mereka temui

 

 

 

 

 

 

Tujuan khusus :

 

 

 

1. Di Panti asuhan :

 

 

 

a. Siswa diajak untuk bersyukur bahwa masih memiliki keluarga atau orangtua yang penuh kasih merawat dan membesarkannya.

 

 

 

b. Berempati dengan teman-teman yang hidup di panti asuhan.

 

 

 

2. Di Panti Wredha :

 

 

 

a. Siswa diajak untuk menyadari bahwa betapa berharganya kedua orangtua mereka dan betapa pentingnya memberikan kasih sayang dan perhatian bagi kedua orangtuanya.

 

 

 

b. Siswa juga disadarkan bahwa penting untuk merawat orangtua sendiri sampai akhir hayat, sesibuk apapun mereka kelak.

 

 

 

3. Di Panti Asuhan Cacat Ganda

 

 

 

a. Siswa diharapkan mampu mensyukuri keadaan dirinya yang sempurna.

 

 

 

b. Siswa dilatih untuk peduli dan mampu berbela rasa dengan para penyandang cacat ganda.

 

 

 

Tempat Kegiatan :

 

  1. PA Cacat Ganda Bhakti Asih

  2. PA Eunike

  3. PA Griya Bahtera Kasih

  4. PA Kristen Tanah Putih

  5. PA Pangrekso Dalem ( Betlehem )

  6. PA Putri Cristopherus

  7. PA St Thomas

  8. PA Wikramaputra

  9. Panti Cacat Ganda Bhakti Luhur

  10. Panti Cacat Ganda Sumber Kasih ( Yayasan Elisabeth )

  11. Panti Wreda Elim

  12. Panti Wreda Pangayoman

  13. Panti Wreda Mandiri Salib Putih

  14. Panti Wreda Rindang Asih I, II, III

  15. The School of Life Foundation

  16. SLB - B Karya Bakti

  17. SOS Desa Taruna ( Kinderdorf )

  18. Wisma Rela Bhakti

  19. PA Bethlehem

  20. PA Salib Putih

  21. Panti Wreda Sosial

  22. PA Pondok Diakonia

 

Waktu Pelaksanaan:

Gelombang I, : 3- 6Maret 2016

Gelombang II, : 6- 9 Maret 2016

 

 

 

Live In Kelas X

Sabtu, 05 Maret 2016 09:01

Belajar dari pengalaman Ignatius yang ditulis di buku “Lahir untuk Berjuang” :

“Sudah sejak permulaan, ia menyadari bahwa pengetahuan bahasa latinnya tidak cukup baik untuk maju dalam bidang-bidang lain. Ia memutuskan untuk memulai lagi dari dasar. Maka ia duduk bersama dengan anak-anak lagi, dan belajar bahasa mulai dari awal. “

Adalah penting sebagai siswa SMA Kolese Loyola untuk merelevansikan pengalaman Ignatius dalam pengalamannya, yaitu dalam mengalami kegiatan Live in, karena mereka siswa kolese Jesuit. Tentu tidak mudah untuk melakukan hal ini. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk mendalami pengalaman Ignatius tersebut yaitu dengan menemukan pengalaman pribadi yang mirip dengan pengalaman Ignatius, dan menemukan nilai dalam pengalaman tersebut. Misalnya, keinginan kuat/niat untuk mencapai tujuan, kerendahan hati, dan terlibat secara utuh (ajur ajer).

Tidaklah mudah bagi Ignatius, seorang yang sudah cukup usia dan berlatar belakang budaya Spanyol, masuk, hidup, dan belajar bersama “anak-anak kecil dalam budaya dan etiket Paris”. Begitu pun halnya, menjadi tidak mudah bagi siswa untuk Live in di keluarga asuh yang baru dan memiliki latar belakang budaya dan etiket masyarakat desa.

Secara sederhana apa yang dialami Ignatius dan yang akan dialami oleh siswa dalam Live in dapat dibagi dalam beberapa tahapan. Pertama, siswa mau berproses, ada NIAT’. Keingingan yang kuat untuk berproses dan diproses supaya dapat mencapai tujuan. Kedua, ketika hidup bersama dengan keluarga dan masyarakat, siswa dapat ajur ajer , yaitu mengenali, mengalami, dan memahami etiket yang ada supaya dirinya dan orang lain merasa nyaman berinteraksi. Ketiga, untuk dapat saling mengembangkan dibutuhkan kerendahan hati dan keinginan kuat untuk mau belajar. Tidaklah mudah bagi Ignatius untuk belajar bersama “anak-anak kecil” dan dalam budaya berbeda. Hal yang sama juga akan dialami siswa di tempat Live in, yaitu ketika mereka harus bertanya bagaimana cara mencangkul, melipih jagung, bercocok tanam, mencuci pakaian, dll., dan belajar memahami dan bertindak sesuai etiket di desa.

Banyak hal yang akan mereka alami, dan tidak hanya sekadar mengalami tetapi juga mengolah pengalaman yang mereka dapatkan baik lewat wawan hati dengan wali kelas, maupun dengan merefleksikan hal tersebut secara pribadi. Saat maupun ketika menyelesaikan studinya di Paris, Ignatius berefleksi dan menemukan habitus baru yang disebutnya “mengalami Metode Paris”. Hal ini yang di kemudian hari menjadi metode yang digunakan seluruh kolese jesuit di dunia. Diharapkan dari hasil refleksinya siswa juga menemukan habitus baru yang akan dihidupinya baik sebagai siswa di sekolah, dalam keluarga, maupun dalam masyarakat.

Proses pendampingan Live in 2016 menggunakan proses pendampingan perwalian secara Ignatian. Wali kelas X menggunakan kegiatan Live in sebagai sarana untuk mengembangkan potensi kelasnya masing-masing dengan keunikan yang ada di kelas berpedoman pada pengalaman Ignatius.

Live in 2016 memberikan kesempatan wali kelas untuk semakin mengembangkan potensi kelasnya, yaitu dengan menset tujuan, proses yang akan dilakukan, dan membangun komitmen kelas supaya dapat berproses dan mencapai tujuan. Oleh karena itu, penting bagi wali kelas untuk berkonsultasi dengan guru BK untuk mengevaluasi dinamika dan memetakan proses perkembangan kelas dan tiap pribadi di kelas untuk menset tujuan dari kegiatan Live in ini.

Tentu saja tidak mudah menilai Live in ini berhasil atau tidak ketika live in ini dijalankan, ataupun pada saat hari terakhir Live in. Justru Live in ini dikatakan berhasil jika satu atau dua bulan setelah Live in, atau bahkan ketika saat kenaikan kelas, wali kelas dan BK duduk bersama mendiskusikan apa yang telah berubah atau apa yang belum berkembang dari pribadi si A atau si B, atau kemajuan apa yang telah dibuat kelas yang membuatnya berbeda –sebelum melakukan Live in dan sesudahnya- dan konsistensi siswa kelas X untuk tetap melakukan hal yang baik. Semuanya bergantung pada pendamping dan proses yang dilakukannya dalam mendampingi, seperti tertulis dalam KS, “Pohon yang baik, pastilah menghasilkan buah yang baik.” (Mat 7:17)

TUJUAN

Dengan hidup/tinggal bersama masyarakat setempat (manjing), meleburkan diri dalam kebiasaan yang ada dalam keluarga (ajur),dan bergaul dengan siapa saja sesuai dengan etiket (ajer) siswa dapat mencapai tujuan yang dibuat oleh wali kelas untuk perwaliannya.

PELAKSANAAN

Live in SMA Kolese Loyola dilaksanakan pada :

1. Hari/tanggal : Jumat s.d. Selasa (4 – 8 Maret 2016)

2. Tempat : Paroki St. Yusuf, Baturetno, Wonogiri

3. Peserta : 264 siswa kelas X SMA Kolese Loyola

4. Pendamping : 1 Frater dan 16 guru pendamping.

5. Sifat kegiatan : Wajib. Bagi siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan pada hari yang ditentukan, kegiatan live in siswa akan digantikan setelah pelaksanaan live in. Tempat, penyelenggara, dan waktu akan dibantu instansi lain.

Selamat Berjuang !!!!!!!!!!

 

 

UJIAN KELAS XII

Sabtu, 05 Maret 2016 08:59

AGENDA UJIAN KELAS XII

SMA KOLESE LOYOLA TAHUN PELAJARAN 2015-2016


1. Try Out 1 : 1 – 3 Februari 2016

2. Ujian Praktik : 9 – 17 Februari 2016

3. Ujian Komprehensif : 22 – 25 Februari 2016

4. Ujian Sekolah : 3 – 11 Maret 2016

5. Try Out 2 : 21 – 23 Maret 2016

6. Ujian Nasional : 4 – 6 April 2016

 

Selamat belajar dan mengikuti ujian dengan jujur.

 

 

Medali Perak OSN GURU 2015

Selengkapnya...

Pemerintah mengadakan OSN tidak hanya untuk siswa, tetapi buat guru juga ada, tetapi mata pelajarannya masih terbatas yaitu kimia, fisika, biologi dan matematika. OSN Guru ini diadakan pertama kali tahun 2012, dan dimaksudkan untuk memberi kesempatan kompetisi yang sehat bagi para guru. Saya mengikuti OSN Guru pada tahun 2015, karena tahun sebelumnya sekolah swasta tidak dilibatkan. OSN Guru ini diadakan secara berjenjang, mulai tingkat kabupaten/kota, Propinsi dan Nasional.
Seleksi tingkat Kota Semarang diadakan akhir bulan Maret 2015, dan diikuti oleh sekitar 50 an guru SMA/SMK di SD Sompok Semarang. Bentuk soal yang dekerjakan isian singkat 15 soal dan uraian 10 soal dalam waktu 3 jam. Hasil dari seleksi ini diumumkan bulan April 2015, dan sukurlan saya mendapat peringkat 1 dan berhak mengikuti seleksi tingkat propinsi.
Seleksi tingkat Propinsi diadakan tanggal 9 – 10 Juni 2015 di LPMP Semarang. Peserta seleksi tingkat Propinsi diambil 1 orang terbaik dari masing-masing Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Penyelenggara seleksi tingkat Propinsi ini, panitia dari Pusat, karena hasil seleksi akan langsung diambil 24 terbaik secara nasional untuk mengikuti OSN Tingkat Nasional. Bentuk soal dan waktu sama dengan seleksi tingkat Kabupaten. Hasil seleksi ini, diumumkan tanggal 2 November 2015 dan saya mendapat peringkat 1 secara Nasional.
OSN Guru tingkat Nasional diadakan tanggal 20 – 25 Nopember 2015 di Jakarta. Syarat mengikuti OSN Guru tingkat Nasional ini, tiap peserta diharuskan membuat 2 makalah (minimal berupa Best Practice dan Risalah Akademik) dan video pembelajaran dengan durasi 20 menit. Penilaian OSN Guru tingkat Nasional terdiri dari 3 aspek yaitu: a) Makalah dan video pembelajaran, 2) Tes tertulis penguasaan materi (5 soal dalam waktu 3 jam), dan c) Workshop dan presentasi mengenai pembelajaran. Hasil lomba diumumkan tanggal 24 Nopember 2015 malam hari, dan Puji Syukur saya mendapat medali perak.
Selain mengikuti seleksi OSN, tanggal 23 Nopember 2015 kami juga mengikuti Seminar Nasional Guru 2015 di Istora Senayan Jakarta, yang diikuti oleh 250 Pemateri dari seluruh Indonesia. Dan tanggal 24 Nopember 2015 mengikuti peringatan hari guru Nasional di Istora Senayan, yang dihadiri oleh Bp. Presiden.

 

Salam,


YB. Ardy Widyanto
Guru Matematika

 

Pengumuman PPDB Jalur Tes 2016-2017

Selasa, 01 Desember 2015 00:00

Selengkapnya...

 

Ralat Sosialisasi dengan Yayasn PPDB Jalur Tes

Kamis, 26 November 2015 07:11

Sehubungan dengan adanya pemilihan Kepala Daerah, untuk Sosialisasi Orang Tua Calon Siswa Baru Jalur Tes yang semula diadakan tanggal 9 Desember 2015 akan diundur tanggal 10 Desember 2015. Informasi lebih lanjut akan disampaikan pada saat pengumuman yang lolos jalur tes.

 

TTD

Panitia PPDB

 

 

Pengumuman Wawancara Jates 2016-2017

Minggu, 22 November 2015 10:44

Selengkapnya...

Selengkapnya...

 

 

 

TES TERTULIS PPDB 2016

Selasa, 17 November 2015 13:54

Jadwal Tes Tertulis PPDB SMA KOLESE LOYOLA 2016 :

Minggu, 22 November 2015

08.00 - 08.40     : Regristrasi dan pemberesan kelengkapan PPDB.

09.00 - 10.00 : Tes BAHASA INDONESIA

10.00 - 10.15     : Istirahat

10.15 - 11.15 : Tes BAHASA INGGRIS

11.15 - 11.30     : Istirahat

11.30 - 12.30 : Tes MATEMATIKA

Bagi calon siswa yang berasal dari luar kota, luar propinsi, atau luar pulau silakan periapan untuk TES WAWANCARA.

14.00 - 16.00     : Tes WAWANCARA

Calon siswa yang berasal dari dalam kota, tes wawancara dijadwalkan tangal 23 - 26 November 2015 (Jadwal menyusul)

Kelengkapan untuk mengikuti tes :

1. Membawa kartu PPDB SMA KOLESE LOYOLA 2016

2. Membawa alat tulis : pencil 2 B, karet penghapus, dll

3. Berseragam SMP asal calon siswa.

Disarankan membawa bekal makan dan minum sendiri-sendiri, ada jeda waktu istirahat, dan kantin sekolah tidak buka.

 

Selamat mempersiapkan diri, semoga berhasil.

Panitia PPDB SMA KOLESE LOYOLA 2015

 

 

Pengumuman Lolos Jalur Prestasi 2016-2017

Selasa, 10 November 2015 08:39

Selengkapnya...

Selengkapnya...

 

Pengumuman Jalur Prestasi PPDB 2016-2017

Sabtu, 31 Oktober 2015 07:49

Selengkapnya...

Selengkapnya...

 
  • Pages :
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 

SMA KOLESE LOYOLA  - JL. Karanganyar No.37 Semarang, Indonesia 50135
Tlp. (024) 3546945 - 3548431  Fax (024) 3548200

Email: koleseloyola@loyola-smg.sch.id