Mewujudkan Pejuang Pembaharu Dunia yang Kompeten, Berhati Nurani Benar, dan Berkepedulian Sosial.

Mars Popsila 2016



Get the Flash Player to see this player.

time2online Joomla Extensions: Simple Video Flash Player Module
Berita dan Acara

Informasi Pra-POPSILA 2016

Jumat, 15 Juli 2016 15:58

Informasi Pra POPSILA

Diberitahukan bagi siswa-siswi baru SMA Kolese Loyola tahun pelajaran 2016/2017, tentang kegiatan Pra POPSILA ;

  1. Akan diadakan pada hari Senin 18 Juli 2016. Siswa baru diwajibkan untuk hadir sebelum pukul 06.55 WIB serta membawa form bakat minat yang telah diisi.
  2. Mengenakan seragam SMP putih-biru
  3. Membawa barang yang wajib dibawa saat pra-popsila
  4. Siswa baru diharapkan membawa bekal makan siang dan air mineral dalam tumbler.  
  5. Mengeprint dan membaca ringkasan buku Lahir Untuk Berjuang (LUB).
  6. Melihat video mars popsila 2016

Demikian informasi pra-popsila

 

 

Pengumuman Popsila 2016

Senin, 11 Juli 2016 11:35

PENGUMUMAN

Diberitahukan kepada calon siswa baru SMA Kolese Loyola Tahun Pelajaran 2016/2017

informasi terkait dengan popsila bisa didownload di menu Quick Links yang ada sebelah

kiri bawah atau klik link berikut Downloads

 

NB:

- Untuk ringkasan Lahir Untuk Berjuang wajib dibaca oleh siswa baru

 

Malam Budaya Loyola

Malam budaya merupakan sarana aktualisasi bakat dan kemampuan siswa-siswi SMA Kolese Loyola dalam bidang drama, musik, dan tari yang dilakukan dua tahun sekali. Ini merupakan wujud pendidikan humaniora yang selalu menghargai perasaan, imajinasi, dan kreativitas.

Tema Malam Budaya 2016 adalah ”Love is defined” .Cinta dipandang sebagai anugerah Tuhan yang pantas disyukuri dan dikembangkan. Sisi cinta akan jati diri, kehidupan, dan sesama diolah dan direnungkan melalui opera The Phantom of The Opera. Melalui opera ini, kita mengajak kaum muda untuk semakin mencintai hidupnya dan menghargai hidup bersama.

Pelaksanaan Malam Budaya SMA Kolese Loyola pada hari Jumat, 13 Mei 2016 pukul 18.00 di Grand Ballroom, Hotel Horison, Jalan K.H. Ahmad Dahlan 2, Simpang Lima, Semarang.

Info lebih lanjut:

1. Ibu Dewi: 081325155308

2. Ibu Tjandra: 08179569011

3. Katya: 081931931405

Selengkapnya...


 

Daftar ulang Siswa Baru T.A. 2016-2017

Selasa, 10 May 2016 22:34

SELAMAT DATANG SISWA BARU DI SMA KOLESE LOYOLA,

AYO BERKEMBANG BERSAMA KELUARGA BESAR KOLESE LOYOLA

1. DAFTAR ULANG :

Daftar ulang bagi siswa baru dilaksanakan pada :Senin, 27 Juni 2016 (pukul 08.00 - 12.00) di Ruang TU (tata usaha) Gedung Ignatius SMA Kolese Loyola

Siswa baru harus menyerahkan berkas berupa :

  1. IJAZAH ASLI SMP (dilaminating)
  2. SHUN ASLI SMP ( dilaminating)
  3. Fotocopy Rapor semester 5 dan 6 (dilegalisir)
  4. 3 lembar Foto diri ukuran  3 x 4
  5. 1 lembar fotocopy Ijazah SMP (dilegalisir)
  6. 1 lembar fotocopy SHUN SMP (dilegalisir)

Berkas-berkas diatas dimasukkan di dalam map plastik L, dan diberi identitas lengkap. Jika berkas Ijazah dan SHUN SMP belum ada, mohon menyerahkan surat keterangan lulus lengkap dengan daftar nilai dari sekolah.

2. SERAGAM SEKOLAH :

Siswa baru mengambil dan membayar seragam sesuai pesanan bahan seragam dan seragam.

3. KETENTUAN TEKNIS BAGI SISWA BARU

Bagi siswa baru selama mengurus Daftar Ulang dan Seragam Sekolah harus berseragam SMP dan membawa Kartu Peserta PPDB Loyola. Mohon kerjasamanya.

Terima kasih, dan selamat menjadi Siswa Baru SMA Kolese Loyola Semarang tahun akademik 2016-2017.

Sekali lagi, Selamat Datang di kampus yang menjujung tinggi KEJUJURAN, KEBERSIHAN, KERAPIAN, HIJAU, DISIPLIN, DAN KETERTIBAN.

AMDG

 

 

SNMPTN 2016

Selasa, 10 May 2016 22:26

SMA Kolese Loyola bersyukur setelah mengantarkan para siswa kelas XII lulus 100% pada tahun pelajaran 2015-2016. Para siswa sebagian besar sudah diterima di perguruan tinggi swasta baik dalam maupun luar negeri.

Pada tanggal 9 Mei 2016 melalui pengumuman dari Panitia SNMPTN 2016, sejumlah 14 siswa diterima melalui jalur SNMPTN. Berikut nama para siswa yang lolos SNMPTN 2016.

 

NO NAMA SISWA PTN JURUSAN
1 Felica Thalia Djaja Indrianto ITB FTI
2 Henry Jayakusuma ITB STEI
3 Josephin Maria Pastika Atidipta ITB ARSITEK
4 Kevin Basuki ITB STEI
5 Lila Sanggita ITB FTI
6 Louw, Josephine Vania Miraputri ITB FTSL
7 Michael Hananta Utomo ITB SITH
8 Vicky Lavinia Setiawan ITB FMIPA
9 Aguel Satria Wijaya ITS TI
10 Amelia Christina Atmowidjojo UGM TPHP
11 Marcel Wirabrata UGM KH
12 Benedicta Neysa Nathania UGM S.ING
13 Alberta Cindy Christalanina Gunawan UNDIP MAN
14 Veronica Ayu Refsi Dewindra UNNES P. KIM

 

Bagi KKL kelas XII yang belum beruntung masuk PTN masih dapat menempuh jalur SBMPTN dan UM. Selamat Berjuang, Tuhan memberkati.

 

Pengumuman Kelulusan 2016

Sabtu, 07 May 2016 11:44

 

PENGUMUMAN

Diberitahukan kepada seluruh siswa kelas XII SMA Kolese Loyola Tahun Pelajaran 2015/2016.

Berdasarkan hasil Ujian Praktik, Ujian Sekolah, dan keikutsertaan dalam Ujian Nasional, maka ditetapkan bahwa seluruh siswa kelas XII dinyatakan

LULUS

dari SMA Kolese Loyola.

Semarang, 7 Mei 2016

Kepala SMA Kolese Loyola,

 


Br. Yustinus Triyono, S.J., M.Sc.

 

Hasil Ujian Nasional akan ditempel di papan pengumuman mulai hari Senin, 9 Mei 2016.

 

 

 

Sambutan Mendiknas : Hari Pendidikan Nasional

Sabtu, 07 May 2016 11:18

PIDATO MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN RI

Pada Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2016


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,


Hari ini kita kembali merayakan Hari Pendidikan Nasional. Mari kita panjatkan puji dan puja ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
atas ijin, rahmat dan karunia-Nya kita dapat kembali berkumpul merayakan semangat, capaian dan cita-cita pendidikan dan kebudayaan bangsa. Kepada para pegiat pendidikan di seluruh penjuru Nusantara, ijinkan saya menyampaikan apresiasi atas peran aktifnya dalam mencerdaskan saudara sebangsa. Kepada Ibu dan Bapak  pendidik di seluruh jenjang, yang tak lelah menyalurkan inspirasi, membuka jalan pencerahan, dan membangkitkan asa setiap insan yang dididiknya agar menjadi  manusia yang berkarakter, berpengetahuan dan memberikan faedah bagi sekitarnya, ijinkan saya atas nama pemerintah menghaturkan rasa hormat mendalam.

Hari Pendidikan Nasional kita rayakan sebagai hari kesadaran tentang pentingnya kualitas manusia. Presiden Jokowi menggariskan bahwa Indonesia akan menjadi
bangsa yang disegani dunia dan akan berhasil dalam berbagai kompetisi era global jika tinggi kualitas manusianya. manusia yang terdidik dan tercerahkan adalah kunci
kemajuan bangsa. Segala capaian yang kita raih sebagai individu maupun sebagai bangsa kolektif tak lepas dari persinggungan dengan pendidikan. Mutu dan jenjang
pendidikan berdampak besar pada ruang kesempatan untuk maju dan sejahtera. Maka memastikan setiap manusia Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang bermutu sepanjang hidupnya sama dengan memastikan kejayaan dan keberlangsungan bangsa. Dunia saat ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu. Perubahan terjadi begitu cepat dalam skala eksponensial yang tidak pernah ditemui dalam sejarah umat manusia sebelumnya. Revolusi teknologi menjadi pendorong lompatan perubahan yang akan berpengaruh pada cara kita hidup, cara kita bekerja, dan tentu saja, cara kita belajar. Meramalkan masa depan menjadi semakin sulit karena ketidakpastian perubahan yang ada. Namun yang harus kita pastikan kepada anak-anak kita adalah bahwa kita memberikan dukungan sepenuhnya kepada mereka untuk menyiapkan diri meraih kesempatan yang terpampang di hadapannya.


Salah satu dukungan yang perlu kita berikan pada anak-anak Indonesia adalah memastikan bahwa apa yang mereka pelajari saat ini adalah apa yang memang mereka butuhkan untuk menjawab tantangan jamannya. Keterampilan utuh yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia di abad 21 ini mencakup tiga komponen yaitu kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi. Karakter terdiri dari dua bagian. Pertama, karakter moral, sesuatu yang sering kita bicarakan. Karaker moral itu antara lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketakwaan, intergitas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih, sopan santun. Yang kedua dan tak kalah pentingnya adalah karakter kinerja. Di antara karakter kinerja adalah kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi, dan kepemimpinan. Kita ingin anak-anak Indonesia menumbuhkan kedua bagian karakter ini secara seimbang. Kita tak ingin anak-anak Indonesia menjadi anak yang jujur tapi malas, atau rajin tapi culas. Keseimbangan karakter baik ini akan menjadi pemandunya dalam menghadapi lingkungan perubahan yang begitu cepat.


Literasi dasar menjadi komponen kemampuan abad 21 yang perlu kita perhatikan berikutnya. Literasi dasar memungkinkan anak-anak meraih ilmu dan kemampuan yang lebih tinggi serta menerapkannya kepada kehidupan hariannya. Bila selama ini kita berfokus pada literasi baca-tulis dan berhitung yang masih harus kita perkuat, maka kini kita perlu pula memperhatikan literasi sains, literasi teknologi, literasi finansial dan literasi budaya.
Terakhir dan tak kalah pentingnya adalah komponen kompetensi. Abad 21 menuntut anak-anak Indonesia mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. Maka mereka membutuhkan kompetensi kemampuan kreativitas, kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah, kemampuan komunikasi serta kemampuan kolaborasi.

Setiap anak lahir sebagai pembelajar, tumbuh sebagai pembelajar. Kita semua menyaksikan sendiri betapa anak-anak terlahir dengan rasa ingin tahu yang besar dan keberanian untuk mencoba. Proses belajarnya didapatkan melalui permainan dan petualangan. Lalu saat ia mulai melangkah masuk ke sekolah, ia mulai berhadapan dengan struktur dan berbagai peraturan sebagai bagian dari sebuah model masyarakat mini. Struktur dan berbagai peraturan yang ia hadapi ini dapat mengarahkan mereka terus menjadi pembelajar, atau justru sebaliknya, meredupkan hasrat belajarnya.

Adalah tugas kita semua untuk memastikan binar keingintahuan di mata setiap anak Indonesia, serta api semangat berkarya di dalam dirinya tidak akan padam. Adalah tugas kita memberikan ruang bagi anak-anak Indonesia untuk berkontribusi, memajukan dirinya, memajukan masyarakatnya, memajukan kebudayaan bangsanya. Rasa percaya dari orang dewasa kepada anak-anak untuk berkarya dan ikut membawa kebudayaan kita terus bergerak melangkah maju adalah kunci kemajuan negara.

Hari Pendidikan Nasional ini kita rayakan karena kita termasuk di antara yang sudah merasakan dampaknya. Maka pada bulan Mei ini, di mana Hari Pendidikan Nasional terletak, ayo kita ikut bergerak, ikut terlibat dalam memperluas dampak pendidikan terhadap saudara-saudara sebangsa yang belum sepenuhnya merasakan kesempatan itu. Karena itulah pada tahun ini kita memilih tema “Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita” sebagai tema keriaan Hari Pendidikan Nasional. Kita ingin pendidikan benar-benar berperan sebagai pelita bagi setiap anak Indonesia yang akan membuatnya bisa melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depannya.
Mari kita perluas keriaan pendidikan dan kebudayaan selama sebulan ke depan. Kita bayar balik apa yang telah kita dapatkan dari pendidikan, kita gelorakan semangat bergerak untuk pendidikan, dan kita teruskan ikhtiar bersama ini.
Kepada semua yang telah merasakan manfaat pendidikan dan di bulan pendidikan ini, sapalah para pendidik kita dulu. Tanyakan kabarnya, ucapkan terima kasih dan tunjukkan apreasiasi pada mereka, para pendidik dan pejuang pendidikan. Lalu mari sama-sama kita tetapkan bahwa ikhtiar memajukan pendidikan akan kita lanjutkan dan kembangkan.


Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Melapangkan dan Maha Meninggikan, selalu meridhai ikhtiar kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kita tercinta.
Selamat Hari Pendidikan Nasional,
Selamat merayakan dan memeriahkan bulan pendidikan dan kebudayaan.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 2 Mei 2016
Anies Baswedan, Ph.D.

 

Ekskursi Kelas XI

Sabtu, 05 Maret 2016 09:03

 

EKSKURSI KELAS XI TAHUN 2016

 

 

 

Siswa-siswi SMA Kolese Loyola kelas XI telah menjalani pendidikan di Loyola selama setahun. Dalam pendidikan setahun lampau mereka telah mengenyam dan mengetahui banyak hal yang berkaitan dengan semangat dan nilai-nilai di Loyola; misalnya Competence, Compassion, Conscience, Leadership dan lain sebagainya.

 

 

 

Beberapa dari nilai-nilai tersebut telah diaktualisasikan dalam beberapa kegiatan baik di dalam maupun di luar komplek SMA Kolese Loyola. Live In salah satu kegiatan besar mereka di luar komplek Loyola. Mereka menerapkan nilai-nilai untuk hidup bersama dalam lingkungan masyarakat.

 

 

 

Pengalaman hidup bersama dalam lingkungan telah mereka lakukan. Setelah mengalami hal itu untuk memperdalam dan mengamalkan nilai yang mereka ketahui adalah dengan kegiatan pelayanan sosial yang sering disebut“ekskursi”. Kegiatan ini mengajak mereka tidak hanya untuk hidup bersama dalam lingkungan namun mengajak mereka untuk terlibat aktif dalam pelayanan. Dengan demikian kegiatan ini diharapkan menuntut mereka untuk berbuat sesuatu dalam tempat tinggal mereka.

 

 

 

Oleh karena itu mereka akan tinggal di dalam Panti Asuhan Yatim Piatu, Panti Wredha, Panti Cacat Ganda, ataupun semacamnya. Tempat-tempat yang dipilih tersebut diharapkan dapat mengkondisikan gerak mereka untuk berbuat pada orang lain;misalnya di Panti Wredha : mereka diharapkan membantu para suster atau pekerja disana untuk melayani para penghuni yang dititipkan mereka. Disamping itu juga untuk melihat keluh kesah para orang tua yang dititipkan di Panti tersebut sehingga menggugah Conscience (Suara hati) mereka.

 

 

 

Jadi kegiatan “ekskursi” ini diberikan untuk pengamalan nilai-nilai yang mereka dapatkan dan pendalaman nilai tersebut dalam pembentukan karakater di Loyola.

 

 

 

Tujuan

 

 

 

Program ini bertujuan membantu siswa mengenal kehidupan di panti asuhan, panti wredha dan panti asuhan cacat ganda. Tidak hanya mengenal kehidupan di panti, siswa juga diajak untuk mampu berempati dengan orang yang tinggal di panti. Program ekskursi ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi para siswa untuk melatih bela rasa atau compassion yang selama ini mereka hayati di dalam sekolah. Selama melaksanakan ekskursi, para siswa diharapkan dapat belajar hidup bersama, memahami kehidupan di panti, mau berbagi, dan lebih mensyukuri hidup.

 

 

 

Tujuan umum :

 

 

 

1. Keberpihakan kepada kaum miskin dan terpinggirkan (option for the poor)

 

 

 

Melalui ekskursi, SMA Kolese Loyola bermaksud membangun kesadaran sosial siswa/i kelas XI tentang realita sosial sebenarnya kaum miskin kota yang sering tidak mendapat kesempatan yang sama dengan warga kota lainnya.

 

 

 

2. Perjumpaan dan Pengalaman

 

 

 

Melalui ekskursi, siswa/i diharapkan semakin mampu menghargai pengalaman dan perjumpaan konkret dengan situasi dan realita orang atau masyarakat lainnya. Siswa/i perlu memahami bahwa keterbukaan pada perjumpaan dan pengalaman tersebut membuka wawasan yang lebih luas tentang keadaan dunia sekitar mereka.

 

 

 

3. Kemandirian

 

 

 

Ekskursi diharapkan membantu siswa/i untuk belajar mandiri dan belajar bekerjasama dengan sesama siswa/i lainnya dalam membangun kepedulian yang nyata. Sekolah memang memfasilitasi ekskursi, namun kegiatan akan berdaya guna apabila siswa/i mampu secara mandiri aktif dan terlibat dalam kepedulian yang dijumpainya.

 

 

 

4. Kesederhanaan

 

 

 

Siswa/i secara konkret didorong untuk melihat dan menjumpai mereka yang kurang beruntung dalam hidup mereka. Perjumpaan tersebut diharapkan akan membuat mereka menjadi lebih rendah hati, mau belajar hidup sederhana sebagai wujud tanggapan kongkret aktual terhadap persoalan yang mereka temui

 

 

 

 

 

 

Tujuan khusus :

 

 

 

1. Di Panti asuhan :

 

 

 

a. Siswa diajak untuk bersyukur bahwa masih memiliki keluarga atau orangtua yang penuh kasih merawat dan membesarkannya.

 

 

 

b. Berempati dengan teman-teman yang hidup di panti asuhan.

 

 

 

2. Di Panti Wredha :

 

 

 

a. Siswa diajak untuk menyadari bahwa betapa berharganya kedua orangtua mereka dan betapa pentingnya memberikan kasih sayang dan perhatian bagi kedua orangtuanya.

 

 

 

b. Siswa juga disadarkan bahwa penting untuk merawat orangtua sendiri sampai akhir hayat, sesibuk apapun mereka kelak.

 

 

 

3. Di Panti Asuhan Cacat Ganda

 

 

 

a. Siswa diharapkan mampu mensyukuri keadaan dirinya yang sempurna.

 

 

 

b. Siswa dilatih untuk peduli dan mampu berbela rasa dengan para penyandang cacat ganda.

 

 

 

Tempat Kegiatan :

 

  1. PA Cacat Ganda Bhakti Asih

  2. PA Eunike

  3. PA Griya Bahtera Kasih

  4. PA Kristen Tanah Putih

  5. PA Pangrekso Dalem ( Betlehem )

  6. PA Putri Cristopherus

  7. PA St Thomas

  8. PA Wikramaputra

  9. Panti Cacat Ganda Bhakti Luhur

  10. Panti Cacat Ganda Sumber Kasih ( Yayasan Elisabeth )

  11. Panti Wreda Elim

  12. Panti Wreda Pangayoman

  13. Panti Wreda Mandiri Salib Putih

  14. Panti Wreda Rindang Asih I, II, III

  15. The School of Life Foundation

  16. SLB - B Karya Bakti

  17. SOS Desa Taruna ( Kinderdorf )

  18. Wisma Rela Bhakti

  19. PA Bethlehem

  20. PA Salib Putih

  21. Panti Wreda Sosial

  22. PA Pondok Diakonia

 

Waktu Pelaksanaan:

Gelombang I, : 3- 6Maret 2016

Gelombang II, : 6- 9 Maret 2016

 

 

 

Live In Kelas X

Sabtu, 05 Maret 2016 09:01

Belajar dari pengalaman Ignatius yang ditulis di buku “Lahir untuk Berjuang” :

“Sudah sejak permulaan, ia menyadari bahwa pengetahuan bahasa latinnya tidak cukup baik untuk maju dalam bidang-bidang lain. Ia memutuskan untuk memulai lagi dari dasar. Maka ia duduk bersama dengan anak-anak lagi, dan belajar bahasa mulai dari awal. “

Adalah penting sebagai siswa SMA Kolese Loyola untuk merelevansikan pengalaman Ignatius dalam pengalamannya, yaitu dalam mengalami kegiatan Live in, karena mereka siswa kolese Jesuit. Tentu tidak mudah untuk melakukan hal ini. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk mendalami pengalaman Ignatius tersebut yaitu dengan menemukan pengalaman pribadi yang mirip dengan pengalaman Ignatius, dan menemukan nilai dalam pengalaman tersebut. Misalnya, keinginan kuat/niat untuk mencapai tujuan, kerendahan hati, dan terlibat secara utuh (ajur ajer).

Tidaklah mudah bagi Ignatius, seorang yang sudah cukup usia dan berlatar belakang budaya Spanyol, masuk, hidup, dan belajar bersama “anak-anak kecil dalam budaya dan etiket Paris”. Begitu pun halnya, menjadi tidak mudah bagi siswa untuk Live in di keluarga asuh yang baru dan memiliki latar belakang budaya dan etiket masyarakat desa.

Secara sederhana apa yang dialami Ignatius dan yang akan dialami oleh siswa dalam Live in dapat dibagi dalam beberapa tahapan. Pertama, siswa mau berproses, ada NIAT’. Keingingan yang kuat untuk berproses dan diproses supaya dapat mencapai tujuan. Kedua, ketika hidup bersama dengan keluarga dan masyarakat, siswa dapat ajur ajer , yaitu mengenali, mengalami, dan memahami etiket yang ada supaya dirinya dan orang lain merasa nyaman berinteraksi. Ketiga, untuk dapat saling mengembangkan dibutuhkan kerendahan hati dan keinginan kuat untuk mau belajar. Tidaklah mudah bagi Ignatius untuk belajar bersama “anak-anak kecil” dan dalam budaya berbeda. Hal yang sama juga akan dialami siswa di tempat Live in, yaitu ketika mereka harus bertanya bagaimana cara mencangkul, melipih jagung, bercocok tanam, mencuci pakaian, dll., dan belajar memahami dan bertindak sesuai etiket di desa.

Banyak hal yang akan mereka alami, dan tidak hanya sekadar mengalami tetapi juga mengolah pengalaman yang mereka dapatkan baik lewat wawan hati dengan wali kelas, maupun dengan merefleksikan hal tersebut secara pribadi. Saat maupun ketika menyelesaikan studinya di Paris, Ignatius berefleksi dan menemukan habitus baru yang disebutnya “mengalami Metode Paris”. Hal ini yang di kemudian hari menjadi metode yang digunakan seluruh kolese jesuit di dunia. Diharapkan dari hasil refleksinya siswa juga menemukan habitus baru yang akan dihidupinya baik sebagai siswa di sekolah, dalam keluarga, maupun dalam masyarakat.

Proses pendampingan Live in 2016 menggunakan proses pendampingan perwalian secara Ignatian. Wali kelas X menggunakan kegiatan Live in sebagai sarana untuk mengembangkan potensi kelasnya masing-masing dengan keunikan yang ada di kelas berpedoman pada pengalaman Ignatius.

Live in 2016 memberikan kesempatan wali kelas untuk semakin mengembangkan potensi kelasnya, yaitu dengan menset tujuan, proses yang akan dilakukan, dan membangun komitmen kelas supaya dapat berproses dan mencapai tujuan. Oleh karena itu, penting bagi wali kelas untuk berkonsultasi dengan guru BK untuk mengevaluasi dinamika dan memetakan proses perkembangan kelas dan tiap pribadi di kelas untuk menset tujuan dari kegiatan Live in ini.

Tentu saja tidak mudah menilai Live in ini berhasil atau tidak ketika live in ini dijalankan, ataupun pada saat hari terakhir Live in. Justru Live in ini dikatakan berhasil jika satu atau dua bulan setelah Live in, atau bahkan ketika saat kenaikan kelas, wali kelas dan BK duduk bersama mendiskusikan apa yang telah berubah atau apa yang belum berkembang dari pribadi si A atau si B, atau kemajuan apa yang telah dibuat kelas yang membuatnya berbeda –sebelum melakukan Live in dan sesudahnya- dan konsistensi siswa kelas X untuk tetap melakukan hal yang baik. Semuanya bergantung pada pendamping dan proses yang dilakukannya dalam mendampingi, seperti tertulis dalam KS, “Pohon yang baik, pastilah menghasilkan buah yang baik.” (Mat 7:17)

TUJUAN

Dengan hidup/tinggal bersama masyarakat setempat (manjing), meleburkan diri dalam kebiasaan yang ada dalam keluarga (ajur),dan bergaul dengan siapa saja sesuai dengan etiket (ajer) siswa dapat mencapai tujuan yang dibuat oleh wali kelas untuk perwaliannya.

PELAKSANAAN

Live in SMA Kolese Loyola dilaksanakan pada :

1. Hari/tanggal : Jumat s.d. Selasa (4 – 8 Maret 2016)

2. Tempat : Paroki St. Yusuf, Baturetno, Wonogiri

3. Peserta : 264 siswa kelas X SMA Kolese Loyola

4. Pendamping : 1 Frater dan 16 guru pendamping.

5. Sifat kegiatan : Wajib. Bagi siswa yang tidak dapat mengikuti kegiatan pada hari yang ditentukan, kegiatan live in siswa akan digantikan setelah pelaksanaan live in. Tempat, penyelenggara, dan waktu akan dibantu instansi lain.

Selamat Berjuang !!!!!!!!!!

 

 

UJIAN KELAS XII

Sabtu, 05 Maret 2016 08:59

AGENDA UJIAN KELAS XII

SMA KOLESE LOYOLA TAHUN PELAJARAN 2015-2016


1. Try Out 1 : 1 – 3 Februari 2016

2. Ujian Praktik : 9 – 17 Februari 2016

3. Ujian Komprehensif : 22 – 25 Februari 2016

4. Ujian Sekolah : 3 – 11 Maret 2016

5. Try Out 2 : 21 – 23 Maret 2016

6. Ujian Nasional : 4 – 6 April 2016

 

Selamat belajar dan mengikuti ujian dengan jujur.

 

 
  • Pages :
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 

SMA KOLESE LOYOLA  - JL. Karanganyar No.37 Semarang, Indonesia 50135
Tlp. (024) 3546945 - 3548431  Fax (024) 3548200

Email: koleseloyola@loyola-smg.sch.id