Mencicipi Rutinitas Berbeda
 /  Artikel / Mencicipi Rutinitas Berbeda

Mencicipi Rutinitas Berbeda

SMA Kolese Loyola Semarang mengadakan kegiatan live in di beberapa lingkungan di Paroki Danan, Wonogiri pada Senin, 19 Maret 2018 hingga Jumat, 23 Maret 2018 yang lalu. Live in pada kesempatan ini diikuti oleh sekitar 270 siswa yang didampingi oleh 13 orang guru yang dilaksanakan selama 5 hari.

Live in ini bertujuan untuk mengolah kepribadian para peserta agar dapat “Berpikir Kritis dan Bertindak Afektif” sesuai dengan tema live in kali ini.

Selama proses live in berlangsung, para peserta tinggal di rumah-rumah penduduk setempat yang juga menjadi keluarga asuh mereka. Para peserta mengikuti dinamika live in seperti kehidupan sehari-hari yang dijalani oleh keluarga asuh mereka.

Menurut Reyner, salah seorang peserta, live in ini mengajak kita untuk berpikir secara mendalam dan mendetail, serta berinisiatif untuk ikut aktif dalam rutinitas keluarga asuh kita.

“Yang spesial dari live in ini adalah dimana barang bawaan kita dibatasi termasuk jumlah uang yang dibawa, yakni Rp. 15.000. Selain itu, kita juga dilarang memberikan sesuatu yang berwujud material kepada keluarga asuh kita karena sudah disediakan pihak sekolah. Orang-orang terdekat kita juga dilarang untuk berkunjung, demikian pula para peserta dilarang untuk saling mengunjungi. Nah, yang tersulit bagi saya adalah HP, karena setiap waktu saya biasanya sibuk dengan HP saya, namun pada live in ini dilarang membawa HP. Bisa kebayang kan, 5 hari tanpa HP sulitnya gimana?” ujarnya.

Menurut Jimmy, salah seorang pendamping live in, menyatakan bahwa live in adalah salah satu proses pendampingan di Loyola, live in di kelas 10 karena di kelas 10, mereka baru saja bergabung dan diperkenalkan dengan macam-macam nilai yang diimplementasikan dengan kegiatan live in.

Dalam live in akan terlihat, sejauh manakah proses perkembangan siswa dalam menghidupi nilai-nilai di Loyola, dan dengan demikian akan sangat membantu proses pendampingan dari sisi sekolah dan para guru yang mengajar di kelas 10. Dari sisi siswa, para siswa dapat belajar mengenai pelajaran hidup, belajar bermati raga dan keluar dari zona nyaman. Kita diajak untuk meninggalkan sejenak kehidupan sehari-hari kita dan bersyukur atas segala yang ada sekecil apapun itu dengan mencicipi rutinitas yang berbeda. Sedangkan bagi keluarga asuh, mereka dapat menambah perkenalan dan membangun persaudaraan.

“Setelah live in, dan mungkin nanti saat kita telah sukses, kita tetap melihat orang-orang kecil seperti mereka. Kita perlu menyadari bahwa kita tidak dapat hidup dengan mereka,” pungkasnya. (jrc)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked.*

SMA KOLESE LOYOLA
Jl. Karanganyar No.37 Semarang, Indonesia 50135
Tlp.(024)3546945 – 3548431 Fax (024)3548200
Email: koleseloyola@loyola-smg.sch.id

see maps

NEWSLETTER

FOLLOW US