Webinar Kekerasan Seksual untuk siswa kelas XI
 /  Events / Webinar Kekerasan Seksual untuk siswa kelas XI

Webinar Kekerasan Seksual untuk siswa kelas XI

Webinar Kekerasan Seksual

  

Pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus 2021, SMA Kolese Loyola mengadakan webinar untuk siswa kelas XI mengenai seksualitas yang mengusung tema Kekerasa Seksual. Webinar ini merupakan salah satu bentuk kepedulian SMA Kolese Loyola terhadap sex education bagi para remaja khususnya siswa SMA Kolese Loyola. Pada kesempatan hari ini, SMA Kolese Loyola mengundang Riki Rosvianti atau yang akrab disapa Kak Neqy sebagai narasumber utama. Beliau merupakan alumni Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia Angkatan 2009. Dalam webinar kali ini, hal-hal yang dibahas adalah penjabaran dari kekerasan seksual, seperti: jenis kekerasan dan pelakunya, baik itu diri sendiri, antar individu, maupun dalam kelompok.

 

Konsep kunci dalam memahami kekerasan, yaitu semua hal yang mengandung paksaan. Aktivitas seksual yang mengandung paksaan sering disebut sebagai kekerasan seksual. Prinsip dalam consent yaitu mengetahui ukuran hal tersebut berupa paksaan atau tidak berdasarkan kriteria yang disebut dengan singkatan FRIES:

 

F: Freely given => Hanya berlaku dalam keadaan sadar dan tidak dibawah tekanan (punishment vs rewards)

R: Reversible => Dapat dibatalkan kapanpun. Memaksa seseorang untuk kembali memberikan consent adalah kekerasan.

I: Informed => Kita hanya dapat menyetujui sesuatu bila mengetahui dampak, resiko, konsekuensi dari tindakan tsb.

E: Enthusiastic => Pastikan consent diberikan karena INGIN, bukan karena TERPAKSA – Relasi Kuasa

S: Specific => Hanya terbatas pada kegiatan/hal yang ditanyakan – “disposable”. Beda aktivitas, perlu tanyakan lagi.

 

Consent tidak hanya berlaku saat hendak (meminta) akses tubuh orang lain, tapi juga saat hendak memberi (akses). Kak Neqy juga menerangkan beberapa indikator mengenai hal-hal yang mengandung paksaan dalam konsep kekerasan seksual seperti tonic immobility (kondisi traumatis), victim blaming (menyalahkan korban), false accusation (tuduhan palsu), relasi kuasa, pembebanan korban dan juga kendala lain seperti disabilitas serta terbatasnya layanan konsultasi psikologis bagi korban kekerasan seksual.

 

Selama webinar, para KKL belajar benyak mengenai kekerasan seksual serta pengertian bahwa kekerasan seksual dapat terjadi pada siapa saja terlepas usia serta status sosial korban. Hal ini juga mengarah kepada dampak-dampak akibat tidak dipahaminya konsep consent (khususnya dalam kekerasan seksual) dalam masyarakat kita seperti misalnya korban yang dinikahkan dengan pelaku, atau korban yang ikut dihukum bersama pelaku. Lebih mirisnya lagi, masih kurangnya kesadaran pada masyarakat kita bahwa ada kekerasan seksual dalam relasi itu dianggap tidak ada karena pemikiran utama yang muncul adalah hubungan suka sama suka antara korban dengan pelaku. Padahal, kita bisa mengalami kasus kekerasan seksual kapanpun dan dimanapun kita berada. Bahkan sekalipun ketika kita menggunakan pakaian yang pada umumnya sopan dan normal, kita masih memiliki potensi dan sangat bisa mengalami kasus kekerasan seksual.

 

Di akhir acara, semua KKL dan peserta yang hadir dalam webinar diajak untuk mulai belajar memahami konteks dan peduli akan kasus kekerasan seksual yang marak terjadi di lingkungan sekitar kita. Kenapa kita harus peduli? Karena, selama ini identitas kita adalah yang paling rawan namun yang paling tidak terlindungi. Buktinya: hanya ada 3 peraturan yang menjadi rujukan kasus kekerasan seksual di Indonesia, dan kasus pada korban dengan identitas yang tidak terlindungi, akan dirujuk ke KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana). Namun, KUHP sendiri memiliki beberapa kelemahan dan juga keterbatasan dalam Kasus Kekerasan Seksual. Maka dari itu, Kak Neqy menghimbau kita untuk memulai usaha yang bisa meminimalisir kasus kekerasan seksual, seperti: tidak melakukan kekerasan dengan memastikan kita tidak pernah melakukan paksaan apapun pada orang lain; membantu korban tanpa menghakimi, minimal tidak melakukan victim blaming; cari dan sebarkan informasi sebanyak-banyaknya melalui tagar #GerakBersama.

Cr: Yelisa Lorian – Serigala 71

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked.*

SMA KOLESE LOYOLA
Jl. Karanganyar No.37 Semarang, Indonesia 50135
Tlp.(024)3546945 – 3548431 Fax (024)3548200
Email: koleseloyola@loyola-smg.sch.id

see maps

NEWSLETTER

FOLLOW US