Baturetno, Aku Mau Live In

Compassion (belarasa) dan men and women for and with others ( menjadi manusia bagi dan bersama sesama) hanya akan menjadi slogan kosong jika tidak disertai dengan pengalaman perjumpaan langsung dengan masyarakat, khususnya masyarakat desa yang sederhana. Apakah artinya seorang siswa yang mempunyai keunggulan akademik namun tidak mempunyai kepekaan hati dan bahkan kepedulian terhadap sesama khususnya mereka yang miskin?

Maka kegiatan Live In 2014 diselenggarakan dengan tujuan para siswa mampu mengalami kehidupan langsung dengan menjadi bagian dari masyarakat desa yang sangat berbeda dengan lingkungan sehari-hari di kota besar seperti Semarang.

Dari pengalaman-pengalaman yang didapat, sekolah berharap, kita sebagai generasi muda mampu mengolah diri melalui sarana refleksi untuk memberikan perubahan cara pandang terhadap sesama, alam, dan dunia yang dihadapi baik secara langsung maupun tidak langsung.

Secara spesifik kegiatan live ini diarahkan pada tujuan :

  1. Siswa mengalami hidup sederhana bersama masyarakat setempat.
  2. Siswa belajar hidup mandiri sewaktu jauh dari orang tua. Mau belajar mengambil kepuutusan-keputusan secara tepat dan dewasa berdasarkan semangat St. Ignatius dari Loyola.
  3. Siswa mau dan mampu belajar bersosialisasi dengan masyarakat setempat.
  4. Siswa diharapkan juga mampu menangkap keprihatinan dan kegembiraan masyarakat/keluarga setempat dan sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk mencoba menanggapinya.

Pelaksanaan Live In :

  1. Waktu pelaksanaan : Rabu-Minggu, 5-9 Maret 2014.
  2. Tempat : Paroki St. Yusup Baturetno, Wonogiri
  3. Peserta : 250 siswa kelas X
  4. Pendamping : Fr. Hary, Bp. Dian, Bp. Anton, Bu Maria, Bu Agatha, Bp. Singgih, Bp. Lantang, Bp. Joko, Bp. Wahyu, Bp. Kriswan, Bp. Jati, Bp. Riki

Selamat menyelami semangat ‘option for the poor’

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *