Kunjungan dan studi lapangan di kawasan cagar budaya Lawang Sewu Semarang

 

Program pembelajaran di luar kelas Sejarah Tingkat Lanjut kelas XI IPS SMA Kolese Loyola berfokus pada pendalaman materi Kebudayaan Indis (Indische) yang merupakan hasil percampuran budaya Eropa (khususnya Belanda) dengan budaya pribumi (khususnya Jawa) yang berkembang di Hindia Belanda sejak kedatangan orang Belanda ke Indonesia. Perpaduan ini terjadi akibat interaksi antara kaum kolonial dan masyarakat pribumi, terutama dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari mulai dari gaya hidup, makanan, seni, dan arsitekur bangunan.

Pada kesempatan pembelajaran ini para siswa didampingi dua guru sejarah, yaitu Joseph Army Sadhyoko dan Lucio Pereira dari NOSSEF Railaco High School Timor Leste. Kami melakukan kunjungan dan studi lapangan di kawasan cagar budaya Lawang Sewu Semarang. Gedung Lawang Sewu didirikan sejak 1904 dan difungsikan sebagai Kantor Pusat perusahaan kereta api swasta Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NISM). Saat ini Lawang Sewu menjadi tempat wisata sejarah yang menyajikan beragam koleksi dari masa ke masa perkeretaapian di Indonesia.

AMDG