Paradigma Pedagogi Ignatian berpusat pada siswa lebih daripada berkutat di sekitar pengajarnya. Student-centered menjadi pijakan dalam bertindak para guru dan bukan lagi teacher-centered. Gaya berpikir siswa, cara mereka memahami suatu persoalan, model belajar yang mereka sukai menjadi konteks yang harus dipahami oleh para guru bila ingin menerapkan pedagogi Ignatian ini. Dimulai dari konteks, dilanjutkan dengan pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi. Siklus itu diulangi terus sehingga sungguh menempatkan siswa sebagai pusatnya.
Di Kolese Loyola, tidak hanya pedagogi Ignatian yang diterapkan tapi juga backward design. Para guru harus menetapkan tujuan dari pembelajarannya, kemudian menyusun penilaiannya, baru terakhir mengelola strategi yang tepat untuk para siswanya. Inilah yang digunakan dalam kurikulum Kolese Loyola. Dengan kerangka berpikir Ignatian, metode backward design diaplikasikan dalam pola pengajaran di kelas.
Semoga dengan program imersi ini, para guru muda semakin paham akan posisi penting para siswa dengan memperhatikan setiap kekhasan mereka, cura personalis.
Ad Maiorem Dei Gloriam.