
Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Ignatian (PPI)—yang mencakup tahap konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi—memiliki keselarasan erat dengan prinsip Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Sebagai contoh, ketika guru mengajak murid memahami listrik statis melalui pengalaman nyata tersetrum bola generator Van de Graaff, murid tidak hanya terlibat secara aktif, tetapi juga terdorong untuk bernalar dan merefleksikan fenomena tersebut. Proses reflektif dan aksi nyata dalam PPI inilah yang mengubah pengalaman kontekstual menjadi pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, serta menggembirakan—sebagaimana inti dari Deep Learning.
Guru Fisika : Bapak Yohanes Wahyudi Utomo


