Curriculum – Dinamika Pembelajaran

Pengalaman Belajar Menyingkap Bagian Mikroskopis dari Kehidupan

  Pembelajaran Biologi kelas XI A2 atau kelas Ilmu Hayati pada materi transpor zat melalui membran sel dikemas melalui model eksperimen terbimbing (guided experiment). Kegiatan yang didampingi oleh Ibu Carolina Sari Kusumaningtyas, S.Pd (guru) dan Ibu Litania Hephzibah Lemmuela, S.Pd (laboran) ini mengajak murid mengamati langsung fenomena difusi, osmosis, dan transpor membran. Proses difusi disimulasikan […]

Pengalaman Belajar Menyingkap Bagian Mikroskopis dari Kehidupan Read More »

Mendalami Sifat-Sifat Gereja Menggunakan Model PBL Berbasis IFP di SMA Kolese Loyola

  Sebagai sekolah Katolik yang inklusif, SMA Kolese Loyola terbuka bagi peserta didik dari berbagai latar belakang agama, meskipun kurikulum pendidikan agamanya berfokus pada Agama Katolik. Prinsip inklusivitas ini terwujud dalam pembelajaran Agama Katolik di kelas XI B yang diampu oleh Frater Alexius Aji Pradana, SJ. Dalam materi Sifat-Sifat Gereja (Satu, Kudus, Katolik, dan Apostolik),

Mendalami Sifat-Sifat Gereja Menggunakan Model PBL Berbasis IFP di SMA Kolese Loyola Read More »

Berjalan Bersama Orang Muda Di Era Digital Melalui Sentuhan IFP

  Salah satu fokus utama Universal Apostolic Preferences (UAP) Serikat Yesus adalah berjalan bersama orang muda, yang pada era saat ini erat kaitannya dengan dunia digital. Menyikapi realitas tersebut, para guru SMA Kolese Loyola sebagai mitra karya Yesuit dituntut memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran berbasis digital secara optimal. Upaya ini didukung oleh penyediaan sarana

Berjalan Bersama Orang Muda Di Era Digital Melalui Sentuhan IFP Read More »

Peka Tanda Zaman: Integrasi IFP dan Paradigma Pedagogi Ignatian menuju Deep Learning

  Penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) dalam pembelajaran merupakan bentuk tanggapan kontekstual SMA Kolese Loyola dalam menjawab tantangan era digital. Langkah ini sejalan dengan misi sekolah untuk membentuk kaum muda yang kompeten serta peka terhadap tanda-tanda zaman. Integrasi teknologi ini berakar kuat pada Paradigma Pedagogi Ignatian (PPI), di mana konteks nyata siswa diolah melalui proses

Peka Tanda Zaman: Integrasi IFP dan Paradigma Pedagogi Ignatian menuju Deep Learning Read More »

Pengalaman “onder Stroom” menjembatani PPI dan Deep Learning

Model Pembelajaran Paradigma Pedagogi Ignatian (PPI)—yang mencakup tahap konteks, pengalaman, refleksi, aksi, dan evaluasi—memiliki keselarasan erat dengan prinsip Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Sebagai contoh, ketika guru mengajak murid memahami listrik statis melalui pengalaman nyata tersetrum bola generator Van de Graaff, murid tidak hanya terlibat secara aktif, tetapi juga terdorong untuk bernalar dan merefleksikan fenomena tersebut.

Pengalaman “onder Stroom” menjembatani PPI dan Deep Learning Read More »