Be Bright and Colour Your Day! – Reportase Classmeeting II 2025

 

Tanpa disadari Classmeet II 2025 sudah mencapai hari yang terakhir, yaitu hari yang ke-9. Pada hari ini, KKL turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan mulai dari sepak bola, suporter, squid game, dan songkran festival. Selain itu, hari ini juga menjadi akhir dari  kegiatan mural yang nantinya akan dilanjutkan dengan penilaian. 

Namun, sesuatu yang tak terduga terjadi. Hujan turun dengan sangat lebat, membasahi lapangan tempat berlangsungnya penentu juara 3 dari pertandingan sepak bola. Namun, para pemain dari kedua angkatan tidak menunjukan rasa putus asa. Malah selama sesi pemanasan, kedua belah pihak tetap melakukan pemanasan meski hujan turun dengan deras. Selain para pemain yang sangat bersemangat, para suporter dari KKL 74 dan 75 juga berkumpul di sekitar lapangan hijau, membahu bersama dalam mendukung angkatan mereka. Tak lama  setelah sesi pemanasan, pertandingan sepak bola penentu juara ketiga dimulai. Umpan demi umpan, perebutan bola dari satu pemain ke pemain lain dilakukan oleh setiap pemain. Hingga akhirnya KKL 74 yang diwakilkan oleh koloni GJ berhasil merobek gawang 75, mengubah papan Skor menjadi 1:0.

Akhirnya pun permainan yang sudah ditunggu-tunggu yaitu Squid Game Defend Your Pride segera mulai di lapangan hijau. Para pemain terlihat bersiap-siap dengan penuh semangat dan tekad untuk menang. Pemain akan dikategorikan menang dan lanjut ke babak berikut apabila berhasil mencapai zona aman yang terletak di ujung lapangan. Namun permainan tidak semudah itu, terinspirasi dari seri Squid Game, terdapat KKL di ujung lapangan yang berkata “Red Light, Green Light” dimana Red Light berarti KKL tidak diperbolehkan untuk bergerak sedikitpun dan Green Light berarti para pemain diperbolehkan bergerak. Tampang para pemain terlihat tegang namun mereka berhasil kompak diam saat Red Light. Meski begitu satu per satu para pemain tereliminasi. 

Setelah KKL 75 maupun KKL 74 melewati permainan Squid Game Defend Your Pride, diadakan suloco bersama dengan melingkar di tengah lapangan. Panasnya matahari tidak membuat mereka semua kehilangan semangat, KKL begitu antusias dan menyorakan chant suloco. Chant-chant tersebut terdengar begitu jelas dan keras, juga terlihat bendera suloco berkibar serta maskot serigala yang berjalan di tengah lingkaran. Selama suloco, terdapat bubuk warna pula yang menjadi pelengkap dalam kegiatan tersebut. Warna-warna yang indah menyimbolkan kegembiraan dan semangat KKL di hari terakhir Classmeeting II ini. 

Akhirnya kegiatan yang paling ditunggu datang juga. Songkran festival, kegiatan yang terinspirasi oleh festival yang ada di Thailand, pun pada hari ini dilakukan oleh KKL. KKL memberikan bubuk songkran yang sudah dicairkan satu sama lainnya. Terlihat banyak sekali yang begitu semangat menempelkan bubuk cair itu ke pipi teman-temannya. Tidak sedikit juga yang lari untuk menghindari terkena bubuk songkran itu. Selain itu, KKL juga melanjutkannya dengan bermain air, menyiramkan air menggunakan gayung, ember, ataupun pistol mainan satu dengan lainnya. Kebersamaan itu tergambar secara jelas menjadi bukti Classmeeting II yang begitu berwarna. Ini adalah hari terakhir Classmeeting II tetapi kebersamaan itu akan tinggal terus selamanya! 

Matahari belum terlalu panas saat sorakan mulai menggema di lapangan Loyola. Hari itu bukan hari biasa itu adalah final sepak bola antar kelas, pertandingan yang ditunggu banyak orang. Dua tim paling unggul , XI AD dan XI BC, berdiri berseberangan dengan semangat yang sama: ingin memberi yang terbaik, bukan hanya untuk menang, tapi untuk kebanggaan kelas mereka. Pukul 09.15, peluit dibunyikan. Permainan langsung berlangsung sengit. AD tampil menekan, sementara BC bertahan dengan gigih. Suasana di pinggir lapangan riuh teman-teman bersorak, bertepuk tangan, menyebut nama-nama teman mereka dan menyorakan chant Suloco dengan bangga.

Tapi seperti banyak kisah final lainnya, ada satu momen yang mengubah segalanya. Satu peluang kecil berhasil dimaksimalkan oleh AD menjadi gol. Bukan gol biasa tapi gol yang disambut dengan pelukan, teriakan, dan pandangan mata penuh haru. BC tak menyerah. Mereka terus menyerang sampai menit terakhir, tapi waktu tak lagi cukup. Saat peluit akhir dibunyikan pukul 10.00, EH resmi jadi juara dengan skor 1–0.