Competing For Excellence – Reportase Classmeeting II 2025

 

Awal minggu menjadi awal dalam pertandingan yang dilakukan Classmeeting II hari kedelapan ini. Hari ini, lomba yang diselenggarakan adalah Squid Game, PlayStation, debat, PUBG, futsal putri, dan basket. Pada hari ini, KBKL mengawali hari dengan senam bersama. Senam dilakukan di Lapangan Hijau dengan pemandu yang memandu gerakan senam. Empat pemandu utama berdiri di panggung bagian tengah, sedangkan lainnya mengelilingi panggung kotak tersebut. 

Para KKL pun berbaris dengan rapi mengelilingi panggung tersebut. Senam Anak Indonesia Hebat dan Senam Maumere menjadi dua senam yang dipilih menjadi senam yang dilakukan KBKL pada pagi hari ini. Terlihat bahwa KBKL mengikuti senam dengan semangat dan bergembira. Sesuai dengan pepatah “mens sana in corpore sano” senam ini  tidak hanya menjamin kesehatan jasmani tetapi juga mengukir kegembiraan di setiap hati KBKL. 

Setelah senam, KKL pun  melanjutkan kegiatan Classmeeting II mereka. Hari kedelapan ini, KKL disuguhkan dengan kegiatan baru dan menarik yaitu Random Play Dance. Kegiatan ini dilakukan di area selasar pamong dengan sejumlah peserta yang mengikutinya. Di awal, para peserta akan mendaftarkan diri mereka lalu mendapatkan tag bertuliskan kelas mereka. Satu demi satu lagu pun dimainkan, terlihat bahwa para peserta melakukan dance terbaik mereka sepanjang lagu. Lagu yang dimainkan dominan dengan lagu-lagu K-Pop lama. 

Beberapa orang merasa bahwa event seperti ini terasa sangat seru, karena mereka yang menekuni hobi menari merasa diajak untuk terlibat, bahkan mereka yang tidak menekuni bidang menari pun juga ikut berpartisipasi. Selain itu, salah seorang panitia berkata bahwa mereka akan senang jika event seperti ini dapat diadakan lagi, namun dengan skala yang lebih besar, untuk mengajak lebih banyak KKL.

Namun disaat yang bersamaan dengan event Random Play Dance, tantangan Squid Game juga sedang berlangsung. Permainan yang akan dimainkan kali ini adalah tarik tambang. Selain itu, classmeeting Squid Game pada hari ini terasa berbeda karena permainannya dilakukan secara koloni dan bukan per kelas seperti sebelumnya. Selama classmeeting ini, banyak KKL dari berbagai angkatan yang menyemangati dan mendukung koloninya. Meski saling bersaing, tapi mereka tetap bersenang-senang dan menikmati classmeeting Squid game meski adanya perbedaan kelas.

Mural pada hari ini sudah berada di tahap finishing, hampir semua kelas sudah menyelesaikan mural yang mereka kerjakan. Hari penilaian sudah semakin dekat, suasana yang panas tidak mengurangi semangat tersebut, justru semakin menambah semangat yang kian membara. Warna-warna yang dioles pada dinding begitu indah dan menarik. Pengerjaan yang dilakukan selama jam Classmeeting II ini ternyata membuahkan hasil karya yang begitu luar biasa. Semangat selalu dan tetap berjuang! 

Selain senam dan mural, pada hari ini terdapat pertandingan debat yang akan menentukan juara ketiga dan final debat. Pertandingan tersebut dilakukan di teater terbuka dengan sejumlah audience yang menonton. Debat yang dilakukan tentunya semakin sengit, begitu juga dengan mosi-mosi yang semakin menantang. Kelas X-A, X-H, dan XI-J adalah kelas yang melakukan debat pada hari ini. Suasana debat pada hari ini begitu tegang, setiap argumen yang dilontarkan akan menentukan pula letak kemenangan tersebut. Pengumuman pemenang belum ditentukan secara langsung, tetapi, tetap semangat dan jangan putus asa! 

Akhirnya, babak final basket classmeeting II 2025 datang! Pertandingan perebutan juara tiga antara XI-G dan X-C berjalan cepat dan penuh tekanan. Aksi saling kejar poin mengobarkan gairah penonton. Usai itu,  XIH dan XE memasuki babak final untuk memperebutkan juara satu. Setelah berhari-hari memperjuangkan kemenangan tibalah mereka di bagian terakhir yaitu menjadi pemenang juara satu di classmeeting terakhir pada tahun 2025 ini. Tempo tinggi, adu strategi, dan tembakan tiga angka warnai pertandingan hingga detik terakhir. Suasana tegang, semua tak sabar menunggu hasil akhir!

Pukul 09.30, selasar pamong Loyola mulai ramai oleh dukungan dan penonton. Laga perebutan juara tiga turnamen PlayStation berlangsung duluan, diiringi suasana yang tegang tapi penuh tawa. Para pemain tampak fokus, tangan mereka tak henti menekan tombol joystick, mata terpaku ke layar. Meski hanya memperebutkan posisi ketiga, tidak ada yang setengah-setengah. Mereka bermain seolah sedang di final.

Lalu tibalah saat yang paling dinanti: final. Dua pemain terbaik duduk di kursi masing-masing. Sorakan sempat hening sejenak ketika pertandingan dimulai semua mata tertuju ke layar. Tempo permainan cepat, strategi berubah tiap detik, dan emosi pun naik turun. Tawa, teriakan, bahkan desahan kecewa terdengar setiap kali peluang lepas atau gol tercipta. Akhirnya, salah satu berhasil mengunci kemenangan, dan ruangan pun meledak dengan sorakan..

Di jam yang sama pula, perlombaan PUBG mencapai puncaknya di teater terbuka. Pukul 09.30 – 11.30, para finalis duduk sesuai kelompok, headset terpasang, dan mata menuju layar HP. Suasana tegang dan hening, hanya suara tembakan dan langkah kaki virtual yang terdengar. Di balik diamnya ruangan, ada strategi yang terus berjalan kerja sama tim, komunikasi cepat, dan pengambilan keputusan dalam hitungan detik.

Zona makin mengecil, dan satu per satu tim mulai tumbang. Di layar, angka kill bertambah, dan jantung berdegup makin kencang. Saat akhirnya hanya tersisa dua tim di zona terakhir, semua yang menonton ikut menahan napas. Dan ketika “Winner Winner Chicken Dinner” muncul di layar, sorak-sorai pecah. Final PUBG bukan hanya soal menembak dan bertahan, tapi tentang koordinasi, refleks, dan rasa percaya antar anggota tim.