Classmeeting II hari ini diisi dengan fun match antara KBKL dengan KKL. Beberapa bidang yang dilombakan dalam Fun Match antara KBKL dengan KKL berupa sepak bola, futsal putri, basket, dan Playstation. Selain itu, juga terdapat beberapa ajang perlombaan seperti PUBG dan Playstation yang diikuti oleh sejumlah kelas KKL 74 dan KKL 75.
Siapa yang tidak tahu tentang sepak bola? Olahraga dengan dua kelompok ini memiliki suatu ketertarikan tersendiri bagi para pemain maupun para penontonnya. Pada pagi hari ini, diadakan pertandingan sepak bola di Lapangan Hijau. Tim KBKL menggunakan setelan baju olahraga bercorak warna biru kuning, sedangkan tim KKL menggunakan dresscode putih. Pertandingan itu berlangsung dengan sangat sengit, dan semua pemain bermain dengan begitu terampil dalam menjaga gawangnya serta untuk mencetak gol.


Seluruh penonton bersorak-sorai diikuti dengan para komentator dan supporter yang turut mengisi suasana pertandingan itu. Kerasnya bunyi drum membuat pertandingan ini menjadi semakin asyik sekaligus menegangkan. Para penonton mendukung timnya masing-masing dengan berteriak serta duduk di sekeliling lapangan tersebut. Pertandingan ini diakhiri dengan kemenangan pada tim KKL dengan perolehan total poin 2 : 1.
Sementara itu, duel sengit di aula Belarminus mengakibatkan suasana GOR sekolah bergemuruh siang ini! Sebuah pertandingan futsal persahabatan yang jauh dari kata persahabatan biasa mempertemukan tim KBKL dengan tim KKL. Sejak diperlihatkan anggota-anggota yang akan bermain, pertandingan ini sudah diprediksi akan menjadi tontonan seru, penonton mulai mengalir dan memenuhi tiap sudut aula, dan benar saja, skor saling kejar-kejaran hingga menit akhir!
Seluruh isi aula bergetar saat poin pertama dicetak oleh Bu Laras. Bu Laras memang terkenal sebagai guru “sporty” dan paling aktif dalam olahraga, suatu hal yang tidak mengagetkan, mengingat peran beliau sebagai salah satu guru olahraga di SMA Kolese Loyola. Namun rupanya para KKL tak gentar. Dengan semangat muda dan kecepatan yang luar biasa, gol berhasil tercetak lewat “chemistry” antara Davina X-G dan Shania X-C. Menit-menit terakhir menjadi klimaks dari pertandingan ini. Setelah babak penuh tawaan karena aksi lucu para KBKL, perjuangan hingga jatuh, dan keseruan, skor menunjukkan 6-4. Tim KKL berusaha menyamakan dan berhasil menjadi 6-5. Namun terjadi kejadian tidak terpikirkan, tidak sengaja memasukkan bola ke gawang sendiri. Para penonton tertawa dan terheran-heran melihat kejadian lucu itu. Akhirnya Tim KBKL unggul 7-5.



Lapangan Edmund Campion panas membara! Apalagi penyebabnya kalau bukan Fun Match Basket KKL vs KBKL. Sejak peluit awal dibunyikan, suasana langsung terbakar. Tim murid yang diisi para pemain dari kelas X hingga XII tampil percaya diri, dengan gerakan lincah dan strategi agresif. Tapi siapa sangka, tim guru justru tampil dengan gaya bermain penuh kejutan yang membuat penonton kaget. Pertandingan berlangsung ketat hingga detik terakhir. Meski skor akhir unggul tim KKL, tak ada yang benar-benar kalah—semua senang, semua puas. Foto bersama, tos sebagai tanda sportivitas, dan tawa jadi penutup sempurna kegiatan ini. Satu yang pasti: ini bukan cuma soal bola masuk ring, tapi juga tentang kebersamaan yang tak tergantikan!


Kemudian ada juga pertandingan persahabatan Playstation (FIFA) yang tak kalah menarik. Dari pihak KBKL sendiri diwakilkan oleh Pak Kriswan dan Pak Dion. Sedangkan dari pihak KKL diwakilkan oleh Kevin dan Matias Gabriel dari angkatan 74, dan dari angkatan 75 diwakilkan oleh Jati dan Nando. Kedua angkatan KKL akan bertanding melawan perwakilan dari KBKL secara bergantian. Namun sayang, setelah melawan kedua angkatan 74 dan 75, pihak KBKL tidak berhasil memenangkan satu pertandingan. Pada saat melawan 74 skor berakhir 4 : 1 dengan kemenangan bagi KKL 74, sedangkan saat melawan 75, KBKL kembali mengalami kekalahan dengan skor 5 : 2. Meski mengalami kekalahan, tidak ada rasa dendam dalam permainannya, seperti tackle yang berlebihan dan sebagainya. Semua pemain bermain secara sportif, terbukti setiap kali pemain 74/75 mencetak skor, keduanya segera melewatkan selebrasi dan kembali melanjutkan pertandingan. Hal ini pun terbawa hingga classmeeting Playstation benar-benar dimulai, di mana dalam aturannya para peserta diwajibkan untuk melompati cutscene selebrasi pemainnya.


Tak berselang lama, classmeeting Playstation akhirnya dimulai. Pada classmeeting Playstation, setiap kelas akan mewakilkan tiga pemain, yakni dua pemain inti dan satu cadangan. Kemudian mereka akan memilih team bola yang sudah disediakan oleh panitia. Team bola inilah yang akan terus mereka gunakan hingga meraih final. Pada hari pertama ini, beberapa kelas telah berhasil melaju ke bracket selanjutnya, diantaranya kelas XI-D, XI-C, XI-H, XI-G, dan XI-J. Meski begitu setiap pertandingan dari setiap kelas selalu dikerumuni oleh KBKL lain. Hal ini juga berhubungan dengan tempatnya yang strategis, yakni di depan Kantor Pamong, dimana tempat tersebut sering dilalui oleh KBKL dan KKL. Pemain-pemain dalam pertandingan tersebut menunjukkan sportivitas dan integritas tinggi.


