Refleksi Lomba SIIF #5 UNNES 2025

Pengalaman yang paling mengesankan selama mengikuti lomba SIIF ini adalah persiapannya. Lomba ini cukup menantang karena terdapat banyak batasan dalam pelaksanaannya, seperti durasi waktu yang hanya 1 setengah jam, media menggambar yang hanya hitam putih, tidak diperbolehkan membawa referensi, dan harus membawa alat-alatnya sendiri. Dari pengalaman mempersiapkan lomba ini, dengan berkonsultasi dengan guru, berlatih menggambar berkali-kali, menyiapkan alat dan media yang terbaik; aku dilatih untuk lebih bertanggungjawab dan disiplin dalam membagi waktu.

Sebelum lomba berlangsung, aku sering berkomunikasi dengan teman-temanku mengenai ide kami satu sama lain, serta meminta saran dari guru pembimbing. Selain itu, aku juga latihan menggambar dengan media baru yaitu charcoal. Gambar yang sama berulang-ulang kali aku sketsa dengan harapan referensi yang aku contoh dapat terekam di pikiranku. Sehingga pada pelaksanaan lomba, aku dapat memberikan karya yang maksimal dalam durasi waktu sesingkat-singkatnya tanpa melihat referensi lagi.

Aku belajar untuk lebih disiplin. Hari-hari mendekati lomba, aku belum menyempatkan diri untuk mempersiapkan apa yang ingin aku gambar. Pada H-1, aku merasa sangat kelelahan mempersiapkan segala hal secara serentak; belum lagi menyeimbangi tugas sekolah. Dari kebiasaanku mengundur-mengundurkan diri, aku sadar bahwa kedepannya aku perlu lebih disiplin dalam membagi waktu ku.

Aku merasa lomba ini memberikanku banyak pengalaman yang sangat berarti, khususnya dalam bidang seni. Sesuai dengan nilai kreatif profil pelajar pancasila, dalam lomba menggambar ini aku didorong untuk berpikir secara artistik. Ternyata seni bukan hanya soal kemampuan dalam menggambar, namun juga orisinalitas, imajinasi, dan daya kreasi kita. Dari lomba ini aku belajar banyak dari pengalaman-pengalamanku bersama guru, teman, dan bahkan peserta lain.

Aku ingin meningkatkan kedisiplinan dan juga ketekunanku dalam bidang seni. Kedisiplinan berarti dapat membagi waktu dengan cermat dalam mempersiapkan segala lomba, tugas, atau tanggungan lainnya. Dan meningkatkan ketekunan dalam bidang seni berarti lebih berekspresif lagi dalam berkarya, lebih mengapresiasi seni, dan terus mau belajar hal-hal yang baru. Dalam kehidupan sehari-hari, aku dapat menerapkan kedisiplinan melalui hal-hal kecil. Seperti mengerjakan tugas tanpa mengundur-ngundur, serta membagi waktu belajar dan istirahat dengan adil.

Oleh : Angela Tyona XII-H/04