Sarasehan Loyola Student Voice Berkolaborasi dengan Starbucks Semarang

“Berbicaralah dari hati maka ketulusan hati kita akan tersalurkan ke lawan bicara lewat kata-kata” – Marry Liana

 

Pada tanggal 18 Maret 2025 yang lalu, para anggota dari Loyola Student Voice (LSV) yang merupakan salah satu Organisasi Hobi SMA Kolese Loyola melakukan kegiatan Sarasehan dan Pemilihan Kepengurusan LSV Angkatan 74. Sarasehan adalah acara non-formal yang diadakan di setiap Organisasi Hobi dengan ciri khas masing-masing. LSV sendiri memiliki tujuan dengan adanya dinamika ini, diharapkan kegiatan ini dapat mempererat kekeluargaan antar anggota LSV yang mencangkup tiga angkatan (73-74-75). Basis LSV adalah komunikasi, yang di mana mengasah cara public speaking yang merupakan minat bakat utama seperti Master of Ceremony, Siaran Radio, Content Creator, dan lain-lainnya. Maka dari itu untuk mengembangkan ilmu dan kemampuan, kami bekerja sama dengan Starbucks Semarang sebagai narasumber atau pemateri. Kerjasama ini dilakukan agar para anggota LSV dapat belajar bagaimana teknik public speaking dapat diterapkan dalam berbagai situasi, termasuk dalam dunia bisnis dan pelayanan.

Kegiatan Sarasehan ini memberikan kesan tersendiri karena kami semua berkenalan lebih dekat dan bersukacita bersama. Mewujudkan cura personalis dan membangun keharmonisan sesuai yang diinginkan. Kami bermain games dan dari games ini kami membentuk kerjasama yang lebih baik. Tidak hanya itu, kami juga sangat terbantu dengan adanya pemateri yang luar biasa dari Starbucks; membuka jalur kreativitas yang out of the box untuk bekal kita nantinya dalam menekuni dunia pekerjaan. Selanjutnya, kami melakukan Pemilihan Kepengurusan LSV angkatan 74. Kami di sini melakukan kegiatan pemungutan suara (voting). Dari hasil evaluasi beberapa tahun ini, voting menjadi solusi demi terciptanya keadilan dan kepuasan, sehingga terhindar dari ketidakinginan yang bisa terjadi. Harapan dari dinamika Sarasehan LSV dan Pemilihan Kepengurusan ini adalah menunjukkan kemandirian bagaimana kita membentuk suatu organisasi yang rukun, tidak hanya memliki skill dan pengembangan ilmu yang baik tetapi juga nilai moral yang baik. Dengan adanya kegiatan kreatif ini, diharapkan adanya nilai Ignatian yang terserap seperti magis, unggul, utuh, dan harmonis dan mampu meneladani hidup St. Ignatius Loyola demi kemuliaan Allah yang lebih besar.

 

Penulis: Benedicta Gelsey (Pengurus Loyola Student Voice)

Dokumentasi: Adrian Maheswara (Dokumentasi Loyola Student Voice)