Collaboration: The Key to Success! – Reportase Classmeeting II 2025

Classmeeting II 2025 terus berlangsung. Para KKL hari ini mengikuti serangkaian lomba unik dan tentunya seru. Lomba yang dipertandingkan hari ini ialah: Squid Game, PlayStation, debat, basket, PUBG, dan Inigo in Borderland #2. Namun, di hari keempat ini terdapat satu kegiatan yang berbeda dari hari-hari sebelumnya yaitu diadakannya pertandingan persahabatan antara Loyola dengan Kolese PIKA dan Kolese De Britto. 

Tentunya kita sudah tidak asing lagi dengan yang namanya permainan ala Squid Game. Permainan unik ini terinspirasi dari series Netflix asal Korea Selatan. Pada Classmeeting II 2025 ini, KKL akan melakukan tiga ronde permainan, satu ronde setiap harinya. Pada hari pertama, para peserta bermain Red Light, Green Light di Lapangan Hijau. Lima orang perwakilan dari setiap kelas akan mengenakan nomor peserta. Di bawah nomor peserta ada sejumlah hati, yang menunjukkan jumlah nyawa mereka. 

KKL dipersilakan bergerak saat lagu dimainkan dan diharuskan berhenti saat lagu dimatikan. Para peserta yang bergerak di saat lagu berhenti, akan dicoret nyawanya. Para penonton nampak sangat antusias melihat perlombaan tersebut. Ada yang duduk di sekitar lapangan, bahkan juga ada yang melihat dari lantai dua. Kegiatan tersebut diakhiri dengan foto bersama panitia dan peserta sebagai bentuk dokumentasi. 

Berjalan bersamaan dengan Squid Game, permainan Inigo in Borderland berjalan lancar tanpa halangan. Hari ini KKL diberikan misi untuk kembali mencari kartu yang tersebar di SMA Kolese Loyola. Namun, secara mengejutkan, di pintu kelas terdapat amplop misterius. Amplopnya berisikan invitation card untuk menyelesaikan tantangan yang sudah disediakan di M 2.8 dan M 2.13. 

Kegiatan ini memerlukan kerjasama tim, di salah satu pos, KKL di minta untuk melakukan misi dengan bantuan tiga teman. Tentunya hal itu dibutuhkan kerjasama, solidaritas dan juga kepercayaan satu dengan lainnya agar dapat menyelesaikan setiap misi yang diberikan. Selain itu, sebagian besar misi juga dilakukan dengan kerja sama antar teman perwakilan kelas yang mengikuti Inigo in Borderland #2 ini. 

Tak lupa pula, hari ini pertandingan basket tak kalah bersinar dengan permainan-permainan yang lainnya. Basket hari ini diawali dengan pertandingan antara kelas X-B yang sangat kompak dan kelas X-J yang sudah pasrah, namun demikian, mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik dalam pertandingan tersebut dan berhasil menghibur penonton dengan permainan yang hidup dan penuh semangat. Mereka santai dan tidak serius bermain hingga skor akhir mencapai 15 dan 42. Pertandingan-pertandingan selanjutnya tidak kalah memuaskan bagi para penonton. Kelas X-C dan X-E dipertemukan dan siapa sangka kedua kelas ini sempat seri. Kedua tim ini saling memberi perlawanan keras. Segala cara demi kemenangan dilakukan, pass bagus, screen hebat, bahkan saling nge-block juga terjadi. Skor menunjukan 20-19 pada menit akhir namun kemenangan diraih oleh XC saat menambah 4 poin.

Debat menjadi salah satu lomba yang menarik banyak atensi. Berlokasi di area teater terbuka dengan beberapa kursi merah serta meja yang dihadapkan satu dengan lainnya (antara tim pro dengan tim kontra). Di babak kali ini, para peserta akan melakukan debat untuk memperebutkan posisi yang akan melanjutkan aksinya pada babak-babak selanjutnya. Perlombaan ini bukan sekedar ajang yang dilakukan untuk beradu pemikiran tetapi juga melatih keterampilan kita dalam berani berbicara dan memberikan aspirasi kita di depan semua orang. Pada hari ini terdapat beberapa kelas yang bertanding yakni kelas X-A vs X-G, XI-H vs X-J, XI-J vs XI-F, X-F vs XI-B, dan X-D vs X-H. Tidak hanya peserta saja tetapi juga para audience merasakan bagaimana tegang dan sengitnya ajang tersebut. Segala pendapat, opini, argumen logis diutarakan secara berani membuat para penonton merinding! 

Sementara itu, perlombaan PUBG di hari keempat mengundang cerita yang sangat unik. Keunikan ini datang pada match keempat, lebih tempatnya saat pertandingan 1 vs 1. Pada saat itu, kedua pemain memutuskan untuk bertanding menggunakan panci. Kedua pemain bertanding secara adil dan tidak ada yang berniat menggunakan senjata api yang telah mereka rampas. Hingga akhirnya, pertandingan dimenangkan oleh kelas X-A. Momen ini menjadi momen paling unik dan lucu yang terjadi pada hari itu. 

Di tempat yang tak jauh dari lokasi diadakannya classmeeting PUBG, pertandingan sengit bidang PlayStation terjadi. Lokasinya di depan kantor pamong, yang mana sepuluh dari dua belas tim akan bertanding memperebutkan tiket ke babak selanjutnya. Tim yang dimaksud adalah XI-F, XI-B, X-H, X-A, X-G, XI-A, XI-I, XI-D, X-E, dan XI-C. Meski begitu, mereka tetap bersikap sportif dan budiman terhadap satu dengan yang lain. Untuk sementara, kelas yang berhasil melaju ke babak selanjutnya adalah X-J, XI-F, X-A, XI-A, XI-D, dan XI-C. Juga masih ada pertandingan antar kelas XI-G dan X-I dan X-D melawan XI-H. 

Beralih dari pertandingan intra-sekolah, pertandingan persahabatan antar kolese merupakan kegiatan yang paling ditunggu pada class meeting hari ini. DKKL mengundang dua kolese yaitu Kolese De Britto dan Kolese PIKA untuk berpartisipasi dalam pertandingan persahabatan tenis meja, sepak bola, basket, dan voli. Untuk menyambut kolese yang datang, Boedak Suloco melakukan acara supporter yang diikuti suara drum yang turut untuk semangat yang membara. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan mars kebanggaan dari masing-masing kolese serta foto bersama. 

Pertandingan persahabatan tenis meja bertempat di Aula Bellarminus dengan dua meja yang telah tersusun rapi, siap untuk digunakan bertanding. Pertandingan dilakukan secara tanding ganda, pertama-tama intra-kolese kemudian berlanjut dengan pertandingan inter-kolese. Tidak hanya itu, terdapat pula pemain yang tidak mendapat giliran bertanding menjadi wasit menilai dan memberikan skor selama pertandingan. Atmosfer ruangan tersebut begitu panas, pemain begitu lihai memukul bola dan melakukan gerakan manipulasi serta smash untuk menaklukan lawan. 

Lapangan basket SMA Kolese Loyola menjadi saksi bisu panasnya pertandingan persahabatan antara tiga kolese: SMA Kolese Loyola, SMA Kolese De Britto Yogyakarta, dan SMK Kolese PIKA Semarang. Dalam suasana penuh semangat kekeluargaan, pertandingan berlangsung sengit dengan skor yang saling kejar-kejaran hingga akhir. Saat Loyola melawan De Britto yang mengandalkan kekuatan fisik dan rebound agresif, pertandingan berlangsung keras tapi tetap sportif. Skor terus berubah sepanjang pertandingan. Di menit-menit akhir, Loyola berhasil mencetak tiga angka yang krusial namun dibalas lagi dengan De Britto dan pertandingan selesai dengan hasil kemenangan diraih De Britto. Meski kalah di pertandingan pertama, Loyola berhasil meraih kemenangan melawan SMA Kolese PIKA.

Tidak hanya pemain basket dan penonton yang ikut terlibat, kerja sama tim LOPARTE pun terlihat saat ada yang kram.  Pertandingan terakhir ini menjadi penutup sempurna. Kedua tim tampil all-out demi menutup hari dengan kemenangan. Meski bertanding penuh semangat, nuansa persahabatan tetap terasa. Pertandingan hari itu membuktikan bahwa olahraga bisa menyatukan semangat muda dari berbagai kota—dengan basket sebagai medianya.

Beriringan dengan basket, pertandingan voli antara ketiga kolese juga berlangsung. Ronde pertama adalah antara tim voli Loyola melawan tim voli PIKA. Pertandingan berlangsung dengan sengit dan skor berakhir dengan tim voli Loyola memenangkan pertandingan pertama. Namun babak kedua tak kalah panasnya, apalagi karena ini merupakan pertandingan antara tim voli Loyola melawan tim voli De Britto. Pertandingan voli berlangsung dengan ganas, dan kedua tim permainan ini berlangsung dengan mudah untuk pesaing mereka. Namun setelah perjuangan yang lama, tim voli Loyola berhasil memenangkan pertandingan voli melawan tim voli De Britto. Akhirnya, pertandingan persahabatan menuju pertandingan terakhir, antara tim voli De Britto melawan tim voli PIKA. Meski sudah kelelahan menghadapi tim voli Kolese Loyola, namun tim voli De Britto berhasil meraih kemenangan atas tim voli PIKA. Seusai pertandingan, pemain dari semua sisi ikut refreshing bersama-sama. Pertandingan persahabatan tahun ini berlangsung sengit dan penuh gairah, namun pada akhirnya berakhir dengan nuansa persahabatan yang tulus antar kolese. 

Rasanya belum lengkap pertemuan antara ketiga kolose ini tanpa adanya pertandingan sepak bola yang menjadi ajang adu strategi dan sportivitas. Pertandingan berlangsung intens sejak peluit pertama. De Britto tampil dengan permainan fisik yang kuat dan pressing cepat, sementara Loyola menunjukkan strategi matang dan kerja sama tim yang solid. Ketegangan dan sorak-sorai mewarnai setiap menit permainan. Para penonton bersorak dan terkagum-kagum di pinggir lapangan saat melihat PIKA menampilkan umpan-umpan terarah, dribble keren, dan semangat berjuang yang tak kenal lelah. Meski hanya pertandingan persahabatan, energi yang tercurah begitu nyata. Inilah sepak bola yang menyatukan kekeluargaan Kolese Loyola, Kolese De Britto Yogyakarta, dan Kolese PIKA Semarang.